72 Sekolah Disiapkan Untuk Uji Coba Belajar Tatap Muka

Written by Yevanus on February 18, 2021 in Bisnis Makanan dan Minuman with no comments.

Seperti diketahui dari Kompas.com, rencana Pemerintah menargetkan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka bisa dilakukan pada Semester Genap atau Juli 2021, setelah tenaga pendidik selesai divaksinasi pada akhir Juni 2021. Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan bahwa prinsip yang menjadi pertimbangan utama dalam penyelenggaraan pendidikan selama pandemi Covid-19 adalah kesehatan dan keselamatan serta tumbuh kembang dan hak anak. Pada tahap three kali ini, sekolah tidak lagi memakai sistem ganjil-genap dalam satu kelas.

Pada saat yang sama, pemerintah juga berencana akhir Juni 2021 untuk memvaksinasi hingga 5,5 juta guru dan dosen terhadap Covid-19. Jika menggunakan kendaraan antar jemput, gunakan masker dan jaga jarak serta menjaga ventilasi dengan membuka jendela mobil. Jam masuk dan pulang bertahap untuk menghindari penumpukan siswa di jam masuk dan pulang sekolah. vaksinasi ke guru dan satuan pendidikan yang harusnya selesai di Juni 2021.

Dia menegaskan bahwa hak pertama anak-anak adalah untuk hidup, kedua sehat dan ketiga pendidikan. Siswanto mengatakan, anak-anak cenderung memiliki tingkat kesembuhan yang sulit saat terlanjur terkena dibanding orang dewasa sehingga hal ini patut jadi pertimbangan utama. “Hari ini kita belum benar-benar terbebas dari Covid-19. Saya titip prokesnya selalu diterapkan Slot Deposit Pulsa Tanpa Potongan bukan hanya ketika di sekolah tapi dalam kegiatan keseharian pun tetap kita jaga,” terang Yana. Survei yang dilakukan pada Desember 2020 tersebut melibatkan 6.513 responden guru dari sejumlah provinsi, yaitu provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, D.I.Yogjakarta, Kalimantan Tengah, Bengkulu, Jambi, NTB, NTT, Papua dan Papua Barat.

Tatang, jadwal pembelajaran diberlakukan shifting, perilaku wajib menerapkan 3M, kondisi medis warga satuan pendidikan, kantin selama masa transisi tidak diperbolehkan, kegiatan olah raga dan ekstra kulikuler selama masa transisi tidak diperbolehkan, tegasnya. Kesiapan tersebut ditinjau dari kesediaan sarana dan prasarana kesehatan, hingga kesiapan sekolah dan tenaga pendidik menggelar sekolah tatap muka. Mengingat prediksi jangka waktu pandemi Covid-19 masih belum dapat ditentukan, maka guru dan sekolah hendaknya mencari inovasi baru dalam proses belajar mengajar. Untuk diketahui, Pemerintah Kota Kediri telah menunjuk 36 sekolah baik Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas yang rencananya akan dimulai tanggal 26 April hingga eight Mei 2021. Proses belajar mengajar dengan metode tatap muka di sekolah yang akan dilaksanakan mulai awal tahun depan diwanti-wanti Presiden Joko Widodo. Lebih jauh, Gubernur Banten Wahidin Halim berharap anak-anak sekolah dan tenaga pengajar menjadi prioritas yang akan dilakukan vaksinasi Covid-19.

Pemerintah mulai menghimbau untuk sekolah tatap muka

“Surat edaran ini bersifat fleksibel dan akan mengikuti situasi, kondisi dan kesiapan pemerintah daerah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka,” tutup Bupati menjelaskan. Pembelajaran tatap muka dapat mulai dilaksanakan pada Januari 2021 sebagaimana diatur dalam revisi kedua SKB 4 Menteri. Namun demikian, angka kasus Covid-19 yang terus meningkat di berbagai wilayah membuat pemerintah daerah harus sangat berhati-hati dalam memberikan izin kepada satuan pendidikan. “Belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan, yakni gunakan masker, tempat duduk diatur dengan jarak 1,5 meter serta jumlah murid harus sesuai dengan surat edaran,” tandas dia. “Jadi bukan berarti sekolah harus menunggu bulan Juli atau tahun ajaran baru, tapi ketika guru sudah divaksinasi maka sekolahnya sudah mulai bisa melaksanakan belajar tatap muka terbatas,” terangnya. Salah satu kebijakan adalah pembelajaran dari rumah yang bertujuan untuk memastikan tetap terpenuhinya hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama masa darurat Covid-19.

Seperi kegiatan olahraga dengan menggunakan alat yang digunakan secara bersama-sama. Kemudian, ekstra kurikuler juga tak boleh dilaksanakan karena bersiko pelanggaran protokol kesehatan. Hal ini kemudian didukung fakta bahwa dampak negatif PJJ pada anak merupakan suatu hal yang nyata. Anak didiorong orang tua di rumah untuk bekerja guna membantu perekonomian keluarga. Ada juga orang tua yang skeptis pada PJJ karena tidak bisa melihat peran sekolah dalam KBM daring. Walikota Gorontalo, Marten Taha mengatakan, terkait pembukaan belajar tatap muka tersebut, agar seluruh sekolah untuk menyiapkan segala sesuatunya.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka terbatas perlu segera dilaksanakan untuk mendukung para peserta didik mencapai 3 kompetensi seperti yang tertuang di kurikulum pendidikan tahun 2013. Nadiem sendiri mengaku, bahwa pemerintah punya alasan tersendiri terkait pembukaan sekolah ini. Menurutnya, jika pembelajaran tatap muka tidak dilakukan saat ini maka akan menghukum secara disproporsional pada anak-anak. “Lalu kenapa tidak diberi kesempatan secara bertahap tatap muka di sekolah,” katanya. Selain itu, satuan pendidikan juga wajib memetuhi segala daftar prasyarat yang berkaitan dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Mulai dari tempat cuci tangan, sanitasi, kerja sama dengan puskesmas terdekat, hingga pengaturan jarak.

Sementara vaksinasi juga terus digenjot, Amalia mengatakan whole vaksinasi guru TK hingga SMP telah mencapai 80% lebih dan dirinya optimis vaksinasi keseluruhan dapat rampung sebelum pergelaran sekolah tatap muka mendatang. “Mudah-mudahan dengan kegiatan pembelajaran tatap muka ini kita semua dapat kembali lebih semangat dan lebih giat lagi dalam menuntut ilmu. Dengan prokes yang ketat, Insyaallah kegiatan ini tidak akan menjadi kluster baru Covid-19,” katanya. Peninjauan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka ini dilakukan di SMPN 2 Ciamis, SDN three Ciamis, MAN 2 Ciamis dan SMAN 2 Ciamis. “Oleh karena itu, komunikasi dan kerjasama guru dan orang tua harus terus ditingkatkan. Kesehatan dan keselamatan para guru maupun peserta didik akan selalu menjadi prioritas tinggi pemerintah,” tuturnya. “Orang tua sebagai pendidik utama keluarga sangatlah penting. Kasih sayang, bimbingan orang tua sangat mendukung keberhasilan proses belajar anak,” ungkapnya. FSGI mendorong tes antigen untuk seluruh pendidik dan peserta didik yang akan melakukan pembelajaran tatap muka.

Comments are closed.