Orang Tua Harus Cerdas Pahami Kebijakan Tentang Belajar Di Rumah

Written by Yevanus on February 19, 2021 in Bisnis Makanan dan Minuman with no comments.

infobanten.id | Pasca normal baru, semua sektor dibuka secara bertahap termasuk dalam sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar di sekolah atau di kampus sangat dinanti-nanti oleh semua orang. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, secara masif Pemerintah Pusat akan memulai pembelajaran tatap muka mulai Juli mendatang. Namun sebelum Juli, Pemkot memiliki rencana untuk menentukan dua sekolah sebagai pilot project pembelajaran tatap muka.

Salah satu kebijakan adalah pembelajaran dari rumah yang bertujuan untuk memastikan tetap terpenuhinya hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama masa darurat COVID-19. Interaksi kepada guru perlu dilakukan orang tua ketika anak dan diri sendiri menemukan kesulitan terhadap pelajaran. Konsultasi dilakukan agar guru dapat memberikan solusi terbaik terhadap kesulitan yang dihadapi.

Selain itu, memiliki pemetaan warga satuan pendidikan , dan mendapatkan persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua/wali. Dilansir TribunWow.com, jika sebelumnya hanya daerah zona hijau yang diizinkan menggelar pembelajaran langsung, kini Kemendikbud juga memperbolehkan dilakukan untuk zona kuning. Begitu pula siswa yang tidak mau belajar di sekolah juga bisa belajar on-line di rumah atas kordinasi dengan guru dan pihak sekolah.

Kebijakan pemerintah dalam mencegah penularan virus Korona (Covid-19), para siswa diminta belajar di rumah. Di mana untuk siswa tetap belajar dan mengerjakan tugas dari gurunya di rumah. Sehingga mereka tetap belajar, meski tidak secara klasikal dan tatap muka dengan gurunya. “Sistem pembelajaran pun dilakukan secara terbatas. Lalu, orangtua siswa/wali bisa memilih tetap belajar tatap muka atau pembelajaran jarak jauh,” papar Budi.

Dasmin menjelaskan pendapat orang tua itu di antaranya mereka setuju dilakukan pembelajaran tatap muka dari di semua tingkatan sekolah karena mereka tidak mampu lagi membimbing putra-putrinya di rumah. “Yang paling banyak setuju, orang tua dengan anak yang sekolah di tingkat sekolah dasar ,” kata Dasmin. Namun, satuan pendidikan yang sudah ataupun dalam proses melakukan PTM terbatas walaupun PTK-nya belum divaksinasi tetap Deposit Pulsa Tanpa Potongan diperbolehkan melakukan PTM terbatas selama mengikuti protokol kesehatan dan sesuai izin pemerintah daerah. Nadiem menegaskan juga bagi sekolah yang saat ini sudah membuka belajar tatap muka, dipersilakan untuk melanjutkannya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Dan, bagi sekolah yang nantinya baru akan memulai belajar tatap muka, maka wajib pula memenuhi daftar periksa serta menerapkan protokol kesehatan.

Tanggapan orang tua mengenai sekolah tatap muka

Pemerintah.Pemerintah memiliki peran yang sangat penting dan fundamental. IDAI mendorong Dinas Kesehatan di Kabupaten/Kota untuk melakukan penapisan penderita Covid-19 pada sekolah yang tetap membuka pendidikan luring dengan melakukan pemeriksaan PCR-RT. Apabila pemeriksaan PCR-RT terbatas maka sebagai alternatif maka IDAI merekomendasikan Dinas Kesehatan untuk melakukan pool take a look at pada daerah dengan zona hijau. Upaya bersama yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan anak Indonesia perlu terus diperjuangkan, baik melalui pembelajaran catap muka maupun saat belajar dari rumah. “Sehubungan dengan rencana dimulainya transisi pembelajaran tatap muka pada bulan Januari 2021, maka Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI memandang perlu untuk menyampaikan pendapat,” terangnya.

Rupanya tanggapan orangtua untuk dilaksanakannya sekolah tatap muka ada yang setuju ada pula yang tidak. Sementara itu, pria yang juga merupakan pembina OSIS ini mengungkapkan ada rasa yang hilang saat pelaksanaan PTM terbatas ini. Ia melihat anak murid harus melakukan protokol kesehatan dengan menjaga jarak satu sama lain.

Selain itu, sebagian orang tua mengaku tidak menguasai teknologi dalam pembelajaran daring yang sudah dilakukan selama ini. Para orang tua merasa tidak mampu membimbing dan mengarahkan putra dan putrinya untuk belajar karena sarana-prasarananya tidak mencukupi. Namun untuk membuka kembali aktivitas sekolah untuk pembelajaran tatap muka juga bukan hal mudah. Rencana pembukaan sekolah telah menimbulkan ketakutan terjadi penularan virus corona (Covid-19). Orang tua diarahkan menandatangani surat pernyataan bermaterai guna mengizinkan anaknya mengikuti tatap muka.

Comments are closed.