Sekolah Tatap Muka Digelar Juli, Vaksinasi Pada Guru Baru Capai 35 Persen

Written by Yevanus on February 20, 2021 in Bisnis Makanan dan Minuman with no comments.

Belakangan, mereka membatalkan setelah dihujani kritik dari organisasi guru, pengamat pendidikan, dan tentunya, para orang tua. Akan tetapi, Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Jumari mengatakan bahwa vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan baru mencapai 35 persen dari target yang telah ditetapkan. Seperti yang diketahui, selama pandemi COVID-19 berlangsung, kegiatan sekolah tatap muka berubah menjadi pembelajaran jarak jauh secara daring.

“Protokol Kesehatan ketat harus diterapkan untuk mencegah klaster baru kasus Covid-19 di Dumai dan suksesnya pembelajaran tatap muka tidak lepas dari komitmen dan sinergitas seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya. Dijelaskannya, pembelajaran tatap muka akan dimulai bulan Juli 2021 seiring dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Sampai saat ini, pandemi virus Corona masih menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan dan diselesaikan. Pasalnya akibat pandemi ini, aktivitas pun menjadi terhambat dan ruang pergerakan menjadi terbatas. Dampaknya pada dunia pendidikan yaitu masih diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh secara daring. “Saya mengajak masyarakat luas terutama pendidik dan tenaga kependidikan mari kita dukung program Pemerintah ini.

penyakit lain yang diderita sehingga tidak masuk dalam syarat penerima vaksin. Kecuali ada kondisi tertentu yang tidak memungkinkan mereka untuk vaksin,” kata Sulkarnain Kadir, usai membuka Jambore Kader PKK Tingkat Kota Kendari, di Pantai Nambo, kemarin. Dalam penyelenggaraannya kelak, sekolah tatap mukadan sekolah daring bisa Judi Slot Online dikombinasikan agar kesehatan dan keselamatan warga pendidikan dapat terus menjadi prioritas. Sedangkan untuk lokasinya, kata Febri, vaksinasi bagi para guru dilaksanakan di puskesmas terdekat pada masing-masing sekolahnya. “Pelaksanannya itu di puskesmas terdekat dari sekolah tempat yang bersangkutan mengajar,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan Pemda untuk menghadirkan layanan vaksinasi yang memudahkan bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan. Intinya, kita memprioritaskan agar pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan,” ujarnya. Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi menilai, bahwa jika basis Dapodik menjadi salah satu syarat guru dan tenaga kependidikan untuk divaksinasi, maka hal itu akan menyulitkan bagi guru honorer. Kemlu melaporkan penambahan warga negara Indonesia di luar negeri yang positif terinfeksi virus corona sehingga 85 WNI positif Covid-19. Gunawan menjelaskan sedangkan untuk vaksinasi bagi siswa di bawah 18 tahun, saat ini Dinas Pendidikan Kota Semarang masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat. Dengan demikian, ia mengimbau kepada para guru untuk lebih pro aktif dalam melaksanakan program vaksinasi ini.

Vaksin bagi guru

“Mengajukan ke sini, kita verifikasi apa yang ditawarkan kegiatan tatap muka itu. Rasio tadi, fasilitas prokes dilengkapi dan persetujuan dengan orang tua,” jelasnya. “Secara prosentasi sekitar 3 persen dari seluruh jumlah guru yang ada di Bandarlampung, dan Disdik sudah menyarankan untuk tetap melaksanakan vaksinasi apabila sudah memungkinkan untuk bisa divaksin,” tutup dia. Menurut Nadiem, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kemkes juga akan mendukung acara vaksinasi massal untuk guru. Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai, Dameria mengimbau kepada para orang tua agar menyediakan fasilitas-fasilitas protokol kesehatan untuk putra-putrinya yang akan bersekolah.

PTK yang terdaftar cukup membawa identitas diri ke lokasi vaksinasi yang ditentukan pemerintah daerah. Meski demikian, pemerintah diharapkan mempertimbangkan secara matang rencana pembelajaran tatap muka ini agar paparan Covid-19 tidak semakin meluas. Peraturan ini memuat ketentuan pengadaan, pelaksanaan, pendanaan, hingga dukungan dan fasilitas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah terhadap vaksinasi Covid-19. “Berarti sebelum Juli vaksin untuk tenaga pendidik kami akan tuntaskan. Kalau posisi kami di pemkot sudah siap untuk mendukung vaksin baik di tingkat tenaga pendidik maupun masyarakat umum,” ungkap pria yang akrab disapa AH itu. Pemkab Kukar juga sudah mengupayakan bagaimana bisa memfasilitasi para siswa untuk pembelajaran secara daring dan pemerintah pusat juga sudah membantu memberikan akses kepada siswa sekolah.

KOMPAS.com- Vaksinasi Tahap II bagi para pendidik dan tenaga pendidik diharapkan tuntas agar Juli 2021, pembelajaran tatap muka bisa berlangsung. Penyelenggaraan vaksinasi untuk guru, tenaga pendidik, dan dosen ini dihadiri juga oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Kebudayaan Nadiem Makarim, dan Pendidikan, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pemberian vaksin untuk guru, tenaga pendidik, dan dosen pada hari ini dilaksanakan di SMA Negeri 70, Jakarta Selatan. Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia Heru Purnomo mengungkapkan, FSGI selama ini banyak menerima pertanyaan dari orang tua dan masyarakat mengenai sekolah tatap muka. Sebab, masyarakat menilai pembelajaran daring berisiko menimbulkan studying misplaced. Vaksinasi di lingkungan pendidikan sendiri, kata Nadia, ditargetkan kepada 5,2 juta guru dan tenaga kependidikan.

Hal ini berbeda dengan guru yang tidak mendapatkan vaksinasi, dimana kekebalan tubuh mereka belum bisa menghadapi Covid-19 dengan optimal, alhasil kinerja mengajar justru berkurang. Semakin banyak vaksin covid-19 yang didistribusikan dan semakin banyak masyarakat yang telah divaksinasi, maka rantai penyebaran dapat dihentikan dengan cepat. Sehingga, ketika Anda melakukan aktivitas diluar kelas yang beresiko penyebaran virus Corona, Anda tidak membawa virus tersebut ke kelas, karena tubuh Anda sudah kebal dengan virus tersebut. Terpisah Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, saat ini Kota Bogor terus memprioritaskan vaksinasi dengan sasaran tenaga didik.

Berbicara mengenai vaksinasi guru, tentu hal ini sangat penting dilakukan. Pasalnya vaksinasi guru telah selesai diberikan pemerintah secara bertahap untuk semua guru dan tenaga kependidikan termasuk guru honorer. “Hari ini vaksinasi untuk tenaga pendidik dan kependidikan telah dimulai. Dan, saya tadi menyaksikan semuanya berjalan lancar,” ujar Presiden RI Joko Widodo usai meninjau pelaksanaan vaksinasi tersebut. Wali Kota Kendari Sulkarnain mengungkapkan, PBM tatap muka pada Juli mendatang kemungkinan besar akan digelar. Itu dilakukan untuk mengatasi rasa jenuh siswa yang sudah setahun lebih belajar secara daring dirumah.

Panduan ini merupakan alat bantu bagi guru dan tenaga kependidikan dalam memudahkan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas. Pembelajaran tatap muka di Karawang dan Purwakarta bisa dilakukan segera setelah guru dan tenaga kependidikan menerima vaksin. Penyiapan pembelajaran tatap muka dengan memperhatikan prokes ketat harus tetap dilakukan. “Jadi itu adalah komitmen dan target pemerintah pusat untuk memprioritaskan vaksin bagi guru dan tenaga pendidik dan juga utk memastikan bahwa di bulan Juli semua guru kita dan tenaga pendidik kita sudah divaksin,” pungkasnya. “Jadi itu adalah komitmen dan target pemerintah pusat untuk memprioritaskan vaksin bagi guru dan tenaga pendidik dan juga untuk memastikan bahwa di Juli semua guru kita dan tenaga pendidik kita sudah divaksin,” pungkasnya.

Comments are closed.