Begini Tata Cara Sekolah Tatap Muka Selama Pandemi Di Dki

Written by Yevanus on February 20, 2021 in Bisnis Makanan dan Minuman with no comments.

Pembelajaran tatap muka dihentikan, era Pembelajaran Jarak Jauh dan Dalam Jaringan serta merta harus dilaksanakan nyaris tanpa persiapan serta “memaksa” orang tua untuk ikut mendampingi proses pendidikan anaknya secara langsung. Ema menambahkan, kegiatan pembinaan yang dilakukan pihak sekolah tersebut tidak memiliki izin belajar tatap muka. Oleh karena itu pihaknya meminta agar kegiatan dihentikan dan seluruh siswa diminta untuk dipulangkan ke daerah masing-masing dengan terlebih dahulu dites PCR. Orang tua merasakan benar sulitnya menyuruh anak belajar dan mengerjakan tugas, hingga kesulitan ini berdampak pada menurunnya kualitas belajar anak. Dari survei di atas, orang tua banyak yang mengeluhkan bahwa anak sering menyepelekan belajar, menunda mengerjakan tugas, hingga akhirnya orang tua yang panik dan marah-marah ketika anak gagal mengumpulkan sesuai tenggat waktu.

Bila ada murid yang terbukti menderita COVID-19, maka sekolah harus menghentikan pembelajaran tatap muka dan melakukan tracing. Saat ini sekolah di berbagai daerah pun telah melakukan persiapan dari sisi fasilitas untuk pembelajaran tatap muka terbatas. Wali Kota Salatiga Yuliyanto, menjelaskan bahwa Kota Salatiga sudah mulai melakukan simulasi PTM secara terbatas dari awal 2021 di Sekolah Dasar Negeri 06 Kota Salatiga dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 9 Kota Salatiga. Dinas Pendidikan Kota Salatiga sudah melakukan simulasi untuk menggunakan angkutan umum yang sesuai dengan protokol kesehatan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan sebelum sekolah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, harus ada fasilitas yang dipersiapkan agar tidak terjadi penularan.

Tidak hanya itu, knowledge riwayat tenaga pendidik serta peserta didik mereka juga diperiksa mulai dari perjalanan mereka selama 14 hari. Kemudian riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi Covid-19 serta memiliki kondisi medis penyerta risiko Covid-19. Pengamat pendidikan dari Universitas Sumatera Utara, M Arif Nasution, mengatakan pembelajaran tatap muka harus memperhatikan kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Kemudian, KPAI mendorong pemerintah daerah melibatkan ahli penyakit menular di daerahnya Slot Deposit Pulsa Tanpa Potongan untuk meminta pertimbangan saat hendak memutuskan membuka madrasah atau sekolah tatap muka pada Juli 2021 nanti. Meskipun alasan di atas menunjukkan betapa besar kerugian yang dihadapi anak menyangkut pendidikan mereka, tetap lihat situasi dan kondisi sebelum memutuskan anak untuk kembali ke sekolah. Komisi Perlindungan Anak Indonesia meminta pihak sekolah untuk tidak memaksakan belajar tatap muka bila sekolah belum benar-benar mampu untuk memenuhi infrastruktur dan protkol kesehatan pencegahan COVID-19.

Tatap muka bagi anak SD

Sedangkan pada November, menyasar siswa kelas I untuk imunisasi DT , lalu siswa kelas II dan V mendapatkan vaksin Td . Ini kami sampaikan Wali Kota dan Sekda agar rencana tersebut diberi izin, termasuk koordinasi dengan Dinas Pendidikan ,” jelas Ning, sapaan akrabnya, Rabu. “Maksimal belajar siswa dalam satu shift empat jam pelajaran setiap harinya,” kata dia. “Yang belum divaksinasi di kala tatap muka sementara tidak diizinkan untuk mengajar terlebih dahulu. Jadi diprioritaskan yang sudah vaksin,” katanya.

Rakor tersebut dinilai penting guna mendengar masukan, mencari solusi serta mengambil langkah persiapan terhadap rencana PBM tatap muka untuk sekolah PAUD, TK, SD, SMP, SMA/K se-Kabupaten Subang. “Kita memiliki goal dengan melaksanakan PTM terbatas ini, dengan terus melakukan evaluasi dan perbaikan, harapannya di Juli 2021 PTM sudah bisa normal kembali”, pungkas Sukmo. Risiko putus sekolah dikarenakan anak “terpaksa” bekerja untuk membantu keuangan keluarga di tengah krisis pandemi Covid-19 menjadi kekhawatiran tersendiri. PURWOREJO, Pembelajaran Tatap Muka terbatas di semua SD dan SMP akan segera dilaksanakan di Kabupaten Purworejo.

Dari temuan KPAI, terdapat 119 peserta didik yang menikah dengan usia kisaran tahun, serta di sejumlah daerah terjadi persoalan yang sama yaitu sejumlah siswa berhenti sekolah karena membantu perekonomian keluarga. Pelaksanaan PJJ serentak di seluruh Indonesia kemudian menimbulkan berbagai tantangan dan kesulitan mengingat perbedaan akses internet dan kondisi geografis di tiap daerah yang berbeda. Bahkan, belajar secara daring di wilayah tertentu yang kekurangan jaringan internet membuat siswa seolah terputus dari dunia pendidikan.

Comments are closed.