Jokowi Minta Sekolah Tatap Muka Terbatas, Seminggu Masuk 2 Hari

Written by Yevanus on February 17, 2021 in Bisnis Makanan dan Minuman with no comments.

Antara lain kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan; kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai daftar periksa; akses terhadap sumber belajar dan kemudahan belajar dari rumah; dan kondisi psikososial peserta didik. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan, pemerintah berharap usai vaksinasi tenaga pengajar, sekolah bisa kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Namun, berdasarkan surat keputusan bersama empat menteri yang disahkan Maret lalu, sekolah tatap muka terbatas akan dilakukan secara bertahap dengan kapasitas maksimal 50% dan dilakukan dua kali seminggu dengan protokol ketat dan izin orang tua. Nadiem menambahkan, bahwa hal ini di karenakan banyaknya permintaan dari pemangku kepentingan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Di mana satuan pendidikan dapat mengatur satu kelas hanya diisi 25 persen murid, kegiatan belajar mengajar hanya dua jam dan satu minggu hanya dua kali pertemuan. Tak hanya itu, sekolah tatap muka akan dilakukan saat seluruh guru dan tenaga pendidik telah divaksinasi Covid-19. Untuk itu, Budi meminta seluruh kepala daerah untuk memberikan prioritas vaksinasi kepada guru dan lansia. Liputan6.com, Jakarta Presiden Jokowi menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk guru dan tenaga kependidikan harus sudah rampung pada akhir Juni 2021. Pasalnya, sekolah akan mulai melakukan pembelajaran tatap muka terbatas pada Juli 2021.

Kapan mulai sekolah tatap muka

Jakarta – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim kembali mengimbau untuk segera mulai pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah tertentu. Sekolah yang dimaksud adalah sekolah dengan tenaga pendidik yang sudah divaksin. Untuk itu, sekolah juga harus tetap membuka pembelajaran jarak jauh dari rumah masing-masing siswa. Makanya, pada Juli 2021 harapan pemerintah sekolah tatap muka terbatas pun bisa digelar, tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan pedoman yang sudah disiapkan. Seperti dilansir dari Kompas.com, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mewajibkan satuan pendidikan untuk menyediakan layanan sekolah tatap muka terbatas. Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menjelaskan bahwa pembelajaran tatap muka terbatas tidak seperti sekolah pada normalnya.

Enggak hanya itu, Nadiem mengatakan bahwa di Indonesia juga muncul tren yang sangat mengkhawatirkan akibat pandemi Covid-19, yakni anak-anak yang putus sekolah. Termasuk adanya kondisi orangtua yang kesulitan dalam hal ekonomi tetapi harus mengurus pendidikan anaknya. Selain kedua hal di atas, pemerintah juga mempertimbangkan beberapa dampak lain yang terjadi akibat sekolah onlineuntuk waktu yang lama. Bahkan Nadiem mengatakan sekolah juga dapat menggelar PTM sesuai dengan persyaratan yang ada meskipun masih ada tenaga kependidikan yang belum divaksinasi Covid-19.

Selain itu, siswa yang setiap berangkat sekolah menggunakan angkutan umum diizinkan untuk tak mengikuti sekolah tatap muka. Pemda pun diminta untuk memperhatikan masalah keamanan di angkutan umum dari potensi penularan corona. Pemprov DKI saat ini terus melakukan uji coba dan asesmen sekolah yang akan menggelar belajar tatap muka secara bertahap untuk menghindari penularan secara masif.

“Ya, jadi praktiknya nanti, dari 30 orang per kelas, yang boleh masuk kelas, jadi tujuh, delapan anak atau 25%. Dengan catatan, satu hari hanya dua jam dan seminggu hanya dua hari,” ungkapnya. Pemberlakukan sekolah tatap muka atau PTM ini ditegaskan langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim. “Nanti tentu dibatasi jam kantor, jam kerja sekolahnya, harinya, kapasitas dibatasi, semuanya sesuai dengan protokol kesehatan,” tandas dia.

VIVA– Pembelajaran dengan sistem tatap muka yang bersifat terbatas, mulai diterapkan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sehingga jika pembukaan sekolah dilakukan tanpa tindakan pencegahan yang memadai, nanti akan sangat berisiko meningkatkan penularan Covid-19. Terlebih dengan terdeteksinya mutasi B.1.1.7 yang terbukti lebih meningkat risiko penularannya.

Nadiem menekankan, bahwa opsi dan ketentuan belajar tatap muka siswa ada di tangan orangtua. Dia menuturkan bahwa Januari 2021 ini untuk sekolah dari pemerintah dan Pemda sebenarnya sudah diperbolehkan untuk Bola Online tatap muka terbatas dan akselerasi harus terjadi. KOMPAS.com – Pemerintah menyatakan bahwa tahun ajaran baru bulan Juli 2021 mendatang, sudah dapat dimulai dengan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Sebab, tidak ada ekstrakulikuler, kapasitas dalam satu kelas harus 50 persen, dan ada sistem rotasi. Saat ini pemerintah sedang melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, kanwil atau kantor kemenag untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangannya. Untuk itu, Bima Arya dan stakeholder terkait sepakat bahwa pembelajaran tatap muka di Kota Bogor akan diberlakukan mulai 11 Januari 2020. Namun demikian, kesehatan dan keselamatan peserta didik dan tenaga kependidikan harus menjadi prioritas. Tatap muka terbatas ini diharapkan oleh pemerintah tidak menjadi pemicu berkembanganya Covid-19. Presiden pun telah menginstruksikan untuk pembelajaran tatap muka terbatas ini dilakukan maksimal dua hari dalam sepekan dengan durasi per harinya maksimal dua jam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan, sekolah tatap muka tidak harus mulai dibuka pada Juli 2021. Jika sekolah sudah siap untuk melakukan tatap muka, maka pembukaan sekolah boleh dilakukan. Presiden Joko Widodo meminta sekolah tatap muka dilakukan secara terbatas, hanya 2 hari dalam satu pekan serta dibatasi selama 2 jam dalam sehari. Menurut Nadiem, saat ini tempat-tempat publik lain seperti pusat perbelanjaan dan perkantoran sudah dibuka kembali, sehingga sudah saatnya sekolah lakukan tatap muka terbatas.

Comments are closed.